PM, SANANA- Pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Wilson Wowor, membantah tudingan bahwa pihaknya menjual BBM jenis Pertalite (subsidi) kepada pengecer.
Bantahan tersebut disampaikan menanggapi keluhan dari sejumlah nelayan di Desa Falabisahaya yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
“Kami hanya melayani pengecer dengan BBM jenis Pertamax, bukan Pertalite,” tegas Wilson kepada media ini Jumat (13/06/2025)
Ia menegaskan, SPBU miliknya tetap melayani nelayan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Nelayan bisa datang langsung ke SPBU untuk dilayani.
“Silakan nelayan datang langsung ke SPBU. Kami akan layani baik Pertamax maupun Pertalite. Tapi kalau Pertalite habis, kami sarankan menggunakan Pertamax. Kalau semua dilayani dengan Pertalite, kuotanya tidak akan cukup. Contohnya, waktu kuota 27 kiloliter (KL) saja sudah habis dalam sehari,” jelas Wilson.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana menemui Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Fifian Ade Ningsih Mus, guna menyampaikan permohonan penambahan kuota BBM jenis Pertalite untuk Desa Falabisahaya.
“Saya rencananya akan bertemu langsung dengan Ibu Bupati untuk menyampaikan permintaan penambahan kuota. Saat ini, kuota Pertalite hanya 30 KL per bulan, padahal kebutuhan masyarakat seharusnya mencapai 80 sampai 90 KL per bulan,” katanya.
















