PM,SANANA- Para nelayan di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, mengeluhkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kompak, di desa mereka.
Pasalnya, SPBU milik Wilson Wowor tersebut dinilai lebih mengutamakan melayani pengecer daripada masyarakat langsung, khususnya para nelayan.
Salah satu nelayan,, menyampaikan bahwa kondisi ini menyulitkan mereka dalam memperoleh bahan bakar bersubsidi, terutama jenis Pertalite.
“Kami di sini kesulitan. SPBU di Falabisahaya lebih banyak melayani ke pengecer atau pangkalan. Padahal kami para nelayan sangat membutuhkan BBM untuk melaut,” ujar sala satu nelayan yang meminta namanya tidak dipublish, Kamis (13/6/2025).
Ia, juga menambahkan bahwa pengecer biasanya menjual BBM dalam botol-botol dengan harga yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Mereka lebih memilih layani pengecer, dan pengecer itu jual kembali pakai botol dengan harga mahal. Kami nelayan jadi terpaksa beli di pengecer, bukan langsung di SPBU,” jelasnya.
Padahal, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, BBM jenis tertentu dan BBM penugasan seperti Pertalite hanya boleh disalurkan langsung kepada konsumen akhir dan dilarang diperjualbelikan kembali oleh pengecer atau kios.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi menegaskan bahwa setiap kegiatan pendistribusian BBM harus memiliki izin usaha dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Penjualan BBM subsidi oleh pengecer tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi.
Para nelayan berharap agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengawasi dan menertibkan praktik yang merugikan masyarakat tersebut.
“Kami hanya ingin beli BBM sesuai harga resmi dan langsung di SPBU, bukan lewat pengecer. Tolong diperhatikan nasib kami nelayan kecil ini,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini masih berusaha menghubungi pemilik SPBU Kompak Falabisahaya, Wilson Wowor. (red)















