PM, SANANA – Turnamen Voli Ball Dofa Inda (DOIN) Cup ke-XI tahun 2025 resmi dibuka pendaftarannya oleh panitia pelaksana
Kegiatan tahunan ini akan berlangsung di Lapangan Selat Capalulu, Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, dengan mengusung tema berbahasa daerah Sula: “Dofa Panggil Pulang”
Ketua Panitia DOIN Cup, Jumadi Zulkifli, menyampaikan bahwa undangan pendaftaran telah disebarluaskan ke seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Sula, bahkan menjangkau hingga Kabupaten Pulau Taliabu.
“Undangan sudah kami edarkan ke 78 desa di Kabupaten Sula, termasuk ke Kabupaten Pulau Taliabu. Informasi terakhir, tim voli dari Kota Ternate juga menunjukkan minat untuk ikut bertanding,” ujar Jumadi pada wartawan Minggu (16/06/2025)
Yang menarik, menurut Jumadi, pendaftaran untuk mengikuti turnamen ini tidak dipungut biaya alias gratis. Panitia juga menyediakan hadiah berupa bonus atau uang pembinaan bagi tim-tim yang meraih juara.
“Pendaftaran dibuka sejak 13 Juni hingga 3 Juli 2025. Tidak ada biaya pendaftaran. Ini adalah komitmen kami untuk mendorong partisipasi sebanyak mungkin,” tambahnya.
Selain itu, panitia menjamin keamanan seluruh tim peserta, dengan dukungan dari aparat setempat.
“Besok surat izin dari Polsek Mangoli Barat dan Polres Kepulauan Sula akan kami ambil untuk menjamin keamanan seluruh rangkaian acara,” ungkap Jumadi
Terpisah, Penggagas DOIN Cup Adnan Husein menyatakan bahwa turnamen olahraga seperti DOIN Cup mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Respon masyarakat sangat antusias dan senang. Kegiatan ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM di desa,” ucap Adnan.
Lebih lanjut, Sekretaris Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBSI) DKI Jakarta ini. Juga, menyampaikan harapannya agar Kabupaten Kepulauan Sula dapat menjadi pusat pengembangan atlet voli berbakat, layaknya Desa Tulehu di Maluku Tengah yang dikenal sebagai “lumbung” pesepakbola nasional.
“Saya berharap Kabupaten Sula bisa menjadi wilayah yang produktif dalam mencetak atlet-atlet voli berbakat. Kalau Tulehu dikenal dengan sepak bolanya, maka Sula bisa dikenal dengan voli-nya,” ujar Adan.
Menurutnya, potensi atletik di Sula sangat besar dan perlu lebih diarahkan, terutama melalui turnamen-turnamen lokal seperti DOIN Cup XI yang kini sedang berlangsung.
Ia menekankan bahwa olahraga voli bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi bisa menjadi jembatan prestasi dan masa depan bagi generasi muda.
“Olahraga voli jangan hanya dipandang sebagai hiburan saja. Ini bisa menjadi sarana untuk membangun masa depan anak-anak muda, tidak hanya di Kepulauan Sula, tapi juga di seluruh Maluku Utara,” jelasnya.
Adan juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dan provinsi memberi perhatian lebih serius terhadap pengembangan cabang olahraga voli, mulai dari pembinaan usia dini hingga penyediaan fasilitas dan dukungan kompetisi.
“Semoga Pemda dan Pemerintah Provinsi bisa melihat potensi ini dan mendukung pembinaan atlet voli secara serius,” tutupnya.
















