PM,WEDA- Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengadakan satu unit mobil tronton.
Kepala Dinas PUPR Arief Djalaludin ketika dikonfirmasi wartawan mengaku, Dalam upaya memperkuat pelayanan infrastruktur sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihaknya menambah satu unit truk tronton sebagai armada pendukung operasional alat berat.
“Pengadaan ini bukan hanya soal penguatan logistik, melainkan langkah strategis Pemda Halmahera Tengah, dalam mendorong efisiensi kerja, percepatan proyek, dan optimalisasi aset daerah yang berkontribusi langsung pada pendapatan daerah,” katanya, Rabu (18/6/2025).
Menurut dia, Ini bukan sekadar pengadaan unit. Kami membangun sistem yang mampu menjawab tantangan teknis di lapangan dan memberikan solusi konkret, terutama bagi kontraktor yang terkendala dalam mobilisasi alat berat.
“Melalui armada baru ini, Dinas PUPR memfasilitasi penyewaan transportasi alat berat seperti excavator ke lokasi proyek. Hal ini diharapkan dapat mengeliminasi keterlambatan pekerjaan akibat kendala logistik, sekaligus membuka peluang PAD melalui skema sewa peralatan daerah,” akunya.
“Kontraktor tidak lagi punya alasan untuk terlambat. Kalau tidak punya alat angkut, kita bisa bantu. Sewa saja, unit tronton kita siap angkut ke lokasi,” sambungnya.
Ia juga menjelaskan, PUPR juga membuka ruang kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dukungan teknis, fasilitasi perencanaan, hingga sertifikasi akan diberikan bagi OPD yang membutuhkan.
“Tentu kami toleransi untuk urusan pelayanan. Tapi kalau menyangkut kegiatan proyek, harus sesuai prosedur. Kami siap bantu, asalkan pihak terkait juga siap, minimal menyiapkan BBM-nya,” ujarnya.
Tahun 2025, Dinas PUPR ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp 500 juta. Hingga pertengahan tahun ini, capaian sementara berada di kisaran Rp 40 juta. Arief optimistis target tersebut dapat dikejar dengan strategi kontraktual yang terencana, termasuk integrasi dalam rapat prakontrak.
Meski target tersebut tergolong tinggi, pihaknya terus melakukan evaluasi dan penyesuaian regulasi agar potensi PAD dari sektor teknis ini benar-benar dapat dioptimalkan secara legal dan terstruktur.
“Kami sedang susun skema harga, komunikasi dengan bagian keuangan dan hukum agar diterbitkan peraturan bupati atau surat resmi, supaya jelas mekanismenya,” tambahnya.
Diketahui, dari total anggaran fisik Dinas PUPR Halteng tahun 2025 sebesar Rp470 miliar, sebesar Rp2,3 miliar dialokasikan untuk pengadaan truk tronton baru dengan kelengkapan alat crane.
“Langkah ini menjadi representasi keseriusan pemerintahan Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil dalam membenahi infrastruktur secara cepat, tepat, dan terukur di Halmahera Tengah ini,” tandasnya.














