Pegawai Kemenag Sula, Bersihkan Lumpur di Ruas Jalan Sanana Utara 

Pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar aksi tanggap darurat dengan membersihkan lumpur

PM, SANANA– Pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar aksi tanggap darurat dengan membersihkan lumpur di Kantor Urusan Agama (KUA) serta di ruas jalan yang dipenuhi lumpur di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara.

Aksi ini dilakukan sebagai respons atas hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sula pada Rabu kemarin, yang mengakibatkan banjir dan genangan lumpur di sejumlah lokasi.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Sula, Bobby Fachrudin, menyampaikan kepada wartawan Kamis (04/07/2025) bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inisiatif dan kepedulian para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag terhadap kondisi darurat di masyarakat.

“Tugas kita sebagai ASN bukan hanya memberikan pelayanan administrasi dan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga turut peduli terhadap situasi bencana. Aksi bersih-bersih ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat Sula,”ujarnya.

Bobby menambahkan bahwa jalan dan jembatan merupakan fasilitas umum yang penting bagi mobilitas masyarakat, sehingga ketika terjadi gangguan, maka seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menanganinya.

“Kami tadi bersama-sama turun langsung membersihkan ruas jalan yang penuh lumpur di sekitar jembatan Desa Pohea dan juga halaman Kantor KUA Kecamatan Sanana Utara,”tambahnya.

Menurutnya, sebagai ASN yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Sula, setiap bencana yang terjadi di wilayah ini sudah sepatutnya dipandang seperti musibah yang menimpa rumah sendiri.

“Kalau rumah kita kotor, pasti kita bersihkan. Sama halnya dengan jalan dan lingkungan yang terdampak banjir, kami merasa bertanggung jawab untuk segera turun tangan meski tanpa menunggu instruksi dari pihak berwenang,”jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama saat terjadi bencana, dan tidak hanya mengandalkan instansi pemerintah semata.

“Kami berharap masyarakat juga memiliki keprihatinan dan semangat gotong royong. Masalah seperti ini tidak cukup diselesaikan oleh instansi saja, tetapi oleh siapa pun yang merasa peduli terhadap kondisi sekitar,”tegas Bobby.

Terakhir, Bobby mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, serta selalu mengikuti informasi dan peringatan resmi dari BMKG.

“Terutama bagi masyarakat yang akan bepergian melalui jalur darat, laut maupun udara,”tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *