Foto : Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
WEDA- Muksin Hi. Ibrahim, S.Pd. ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Muksin menduduki jabatan itu, pada Jumat, 4 juli 2025 setelah bupati Ikram Malan Sangadji, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK). Dinas pendidikan di Kabupaten Halmahera Tengah, mempunyai pimpinan baru.
Dengan tanggung jawab yang besar di pundaknya, Muksin siap melanjutkan estafet kepemimpinan untuk membawa perubahan nyata di sektor pendidikan.
Kepada wartawan Senin (7/7/2025) Muksin mengaku, Fokus awal setelah pihaknya dipercaya sebagai Plt. Kadis kemarin, Konsolidasi dan Pemantapan Program Dasar yang menjadi dasar awal.
Fokus utamanya adalah melakukan konsolidasi internal serta pemetaan program kerja yang berjalan.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah memastikan seluruh perangkat di Dinas Pendidikan berjalan selaras. Kami akan mengevaluasi program-program yang sedang berjalan, baik dari sisi efektivitas maupun dampaknya di lapangan,” katanya.
“Utamanya kami akan fokus pada penguatan layanan pendidikan dasar dan peningkatan kualitas tenaga pendidik,” sambungnya lagi.
Ia menjelaskan, Sinkronisasi antara Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan di tiap Kecamatan menjadi perhatian penting, terutama dalam penyusunan rencana kegiatan tahun ajaran baru.
Selain itu juga, Studi pascasarjana Guru ini harus menjadi wujud komitmen peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ketika ditanya tentang keberlanjutan program studi pascasarjana bagi guru-guru Halmahera Tengah, Muksin memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Daerah.
“Program pascasarjana bagi guru ini adalah salah satu kebijakan strategis Bupati dan Wakil Bupati yang sangat visioner. Ini menunjukkan keberpihakan Pemerintah pada kualitas pendidikan jangka panjang. Sebagian besar guru yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 adalah aset berharga untuk pengembangan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Peningkatan kapasitas guru melalui pendidikan lanjutan adalah fondasi untuk membangun generasi yang lebih unggul.
“Kedepan, perlu dirancang skema keberlanjutan dan pemanfaatan kompetensi para alumni pascasarjana ini agar berdampak langsung pada peserta didik,” ujarnya.
Kita juga harus berinovasi, Sebab Muksin menyebutkan, ada tiga arah strategis digitalisasi pendidikan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta akselerasi gerakan literasi di sekolah.
“Kami menargetkan digitalisasi sebagai fondasi manajemen pendidikan, mulai dari sistem pelaporan sekolah, pelatihan guru berbasis daring, hingga pemanfaatan platform pembelajaran digital. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas, lembaga pendidikan tinggi, dan dunia usaha juga akan kami dorong untuk mendukung pendidikan vokasi,” tuturnya.
Bahkan peningkatan budaya literasi di kalangan siswa akan dijadikan program prioritas.
“Dinas Pendidikan berencana menggulirkan program “Gerakan Sekolah Membaca” dan lomba literasi tingkat Kabupaten,” tandasnya.














