PM,SANANA– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Sula secara resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA di seluruh wilayah Kepulauan Sula.
Launching program ini berlangsung pada Selasa (26/08/2025) di SMP Negeri 1 Sulabesi Timur, dan dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kepulauan Sula, H. Zaidun, mewakili Sekretaris Daerah, Mukhlis Soamole.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Suryati Abdullah, Kepala Dinas Pendidikan, Marini Nur Ali, Kepala Cabang Dinas Pendidikan SMA/SMK Kepulauan Sula, serta para kepala sekolah se-Kecamatan Sulabesi Timur.
Dalam sambutannya, Kadinkes Suryati Abdullah menjelaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan. Tiga fokus utama dari program ini adalah.
1. Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat
2. Pemberian makanan bergizi
3. Pembangunan rumah sakit lengkap dan berkualitas di daerah
“Untuk Kepulauan Sula, kita mendapatkan pembangunan rumah sakit berkualitas yang saat ini sedang dibangun. Statusnya ditingkatkan dari RS Tipe D menjadi Tipe C,” ungkap Suryati.
Ia menambahkan, Cek Kesehatan Gratis ini sebelumnya telah dimulai sejak Januari 2025 untuk kelompok usia produktif, dan kini diperluas untuk peserta didik sekolah. Total sasaran pelajar yang akan mengikuti program ini berjumlah 22.004 siswa dari SD, SMP, SMA/SMK, MTS, dan MA di 12 kecamatan.
“Saya berharap semua siswa dapat mengikuti screening kesehatan ini, dan saya meminta dukungan penuh dari kepala sekolah serta para guru agar pelaksanaan program ini berjalan optimal,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Marini Nur Ali, menyampaikan bahwa program CKG juga sejalan dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini mendidik anak mulai dari bangun pagi hingga kembali tidur.
“Kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan sangat penting karena menyentuh dua aspek utama: pendidikan dan kesehatan siswa,” ujarnya.
Marini juga menegaskan bahwa keterlibatan kepala sekolah di semua jenjang menjadi kunci keberhasilan program ini. Targetnya, seluruh sekolah di Kepulauan Sula menyelesaikan pelaksanaan CKG pada bulan September 2025.
Dalam sambutan mewakili Sekda, Asisten III H. Zaidun menyebutkan bahwa program ini telah mulai dilaksanakan secara serentak di berbagai sekolah di Maluku Utara, termasuk madrasah dan satuan pendidikan keagamaan di bawah Kementerian Agama.
“Program ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan kesehatan anak usia sekolah melalui pemeriksaan tinggi badan, berat badan, kesehatan gigi, mata, telinga, serta identifikasi penyakit kronis dan gangguan tumbuh kembang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa data hasil pemeriksaan akan menjadi dasar tindak lanjut oleh puskesmas setempat, termasuk rujukan jika ditemukan masalah kesehatan serius.
Kemudian Zaidun bilang program CKG ini dijalankan berdasarkan sejumlah regulasi nasional, antara lain. Surat Edaran Mendagri Nomor: 400.5.2/290/SJ, surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.01/MENKES/731/2025 dan surat Edaran Sekjen Kemenag Nomor: 22 Tahun 2025
“Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan berkualitas,”tutupnya.















