PM,SANANA— Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan lapangan di tempat pelelangan ikan (TPI) Cold storage di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara.
Dalam kunjungan tersebut DKP Malut menemukan dua unit pabrik es dalam kondisi rusak. Kedua pabrik tersebut masing-masing berkapasitas 5 ton dan 15 ton.
Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) DKP Maluku Utara, Abdullah Suleman menyampaikan bahwa keberadaan pabrik es sangat vital dalam menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.
Es menjadi komponen penting dalam rantai pasok perikanan, bahkan diibaratkan sebagai pasangan yang tak terpisahkan, layaknya “suami-istri” dengan kegiatan perikanan itu sendiri.
“Ketersediaan es ini sangat penting agar mutu produk ikan tetap terjaga. Oleh karena itu, kami akan segera melaporkan kondisi ini agar dapat ditindaklanjuti, apakah diperbaiki, diganti, atau bahkan ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,”kata Suleman kepada wartawan Rabu (17/09/2025)
Selain persoalan pabrik es, Suleman mengungkapkan kendala lain, yaitu terbatasnya armada kapal kontainer untuk mengangkut hasil perikanan dari wilayah Sanana. Saat ini, hanya terdapat satu kapal yang mampu membawa dua kontainer, sementara volume produksi dari daerah ini cukup besar.
“Harapan kami, ke depan Dinas Perhubungan bisa ikut berkolaborasi untuk mendatangkan kapal-kapal kontainer tambahan. Ini penting agar pengusaha lokal bisa lebih serius dalam mengelola hasil tangkapan dan mendistribusikannya ke luar daerah, seperti ke Pulau Jawa atau pasar-pasar nasional lainnya,” tambahnya.
Dinas Perikanan juga mengakui bahwa selama ini masih kurang melakukan monitoring langsung ke lapangan.
Dengan adanya kunjungan ini, mereka berharap data yang diperoleh dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan sektor perikanan ke depan.















