“Jadikan politik bukan sebagai alat perebutan kekuasaan semata, melainkan sebagai sarana pengabdian yang luhur”
Oleh: Moh. Azwan Soamole (Politisi Partai Golkar Kabupaten Sula)
Enam puluh satu tahun bukanlah usia yang singkat bagi sebuah partai politik. Di usia yang matang ini, Partai Golkar telah menorehkan jejak panjang dalam perjalanan sejarah bangsa.
Sebagai salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia, Golkar telah memainkan peran penting dalam berbagai fase kehidupan nasional dari masa pembangunan Orde Baru, transisi Reformasi, hingga era demokrasi modern yang kita nikmati hari ini.
Golkar bukan hanya sekadar partai politik; ia adalah institusi yang lahir dari semangat pengabdian dan kekaryaan. Sejak awal berdirinya, Golkar tampil sebagai penggerak pembangunan nasional.
Banyak dari infrastruktur dasar, sistem pendidikan, hingga program ekonomi kerakyatan yang hari ini menjadi fondasi kehidupan rakyat, tak lepas dari peran serta kader-kader Golkar yang bekerja dalam senyap maupun terang.
Kita tidak bisa menafikan, perjalanan Golkar juga tidak selalu mulus. Ada masa-masa penuh ujian, ketika kepercayaan publik menurun, ketika kritik datang bertubi-tubi. Namun justru di sanalah kedewasaan partai ini diuji.
Golkar tidak tumbang, tidak pula menghindar. Ia berbenah, beradaptasi, dan kembali menunjukkan komitmen sebagai pilar demokrasi yang tangguh.
Dalam konteks kekinian, Golkar terus menunjukkan kapasitasnya sebagai partai tengah yang mampu menjembatani berbagai kepentingan rakyat.
Dengan semangat inklusif, Golkar menjadi rumah besar yang merangkul semua golongan tua maupun muda, desa maupun kota, tradisional maupun modern. Nilai-nilai kekaryaan yang diusung Golkar telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang berdedikasi, profesional, dan berintegritas.
Kini, saat kita mengenang jasa dan kontribusi Partai Golkar, kita tidak hanya menoleh ke masa lalu. Lebih dari itu, kita memandang ke depan dengan harapan dan optimisme.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari disrupsi teknologi, krisis iklim, hingga tantangan moral dalam dunia politik Golkar dituntut untuk tetap relevan, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Harapan saya pribadi, Golkar di usia ke-61 ini terus menjaga semangat kebangsaan, memperkuat etika politik yang santun, serta konsisten dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Jadikan politik bukan sebagai alat perebutan kekuasaan semata, melainkan sebagai sarana pengabdian yang luhur.
Akhir kata, saya ucapkan selamat ulang tahun ke-61 untuk Partai Golkar. Semoga tetap menjadi kekuatan politik yang solid, inovatif, dan menjadi pelopor dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.












