Direktur PDAM Ungkap Krisis Air di Sula, Terkendala Tagihan Listrik Puluhan Juta

FOTO: ILUSTRASI

PM,SANANA — Direktur PDAM Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Burhanudin Buamona, memberikan klarifikasi terkait krisis air bersih yang dikeluhkan warga Desa Wai Bau dan Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, yang telah berlangsung selama idul Fitri kemarin.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari kebutuhan mandi hingga memasak.

Burhanudin menjelaskan, gangguan pelayanan air bersih di wilayah Sanana disebabkan oleh pemutusan aliran listrik pada pompa air PDAM di Desa Wai Bau.

“Pemutusan listrik ini terjadi karena keterlambatan pembayaran rekening listrik yang jatuh tempo pada 20 Maret 2026,” ujarnya Kamis (26/03/2026)

Ia mengungkapkan, pada saat jatuh tempo, layanan perbankan di Bank BPD Maluku Utara tengah libur Lebaran, sehingga proses pembayaran tidak dapat dilakukan tepat waktu.

Akibatnya, aliran listrik ke fasilitas pompa air terhenti, yang berdampak pada distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.

“Jika pusat pompa di Wai Bau mati, maka yang terdampak adalah Desa Wai Bau, sebagian Desa Fagudu, Desa Mangon, dan sebagian Desa Fatce. Sementara desa lainnya masih terlayani normal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Burhanudin menyebutkan total tagihan listrik yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp45 juta, ditambah denda pemutusan dari PLN sebesar Rp1,5 juta.

Ia menegaskan bahwa sebagian dana sebenarnya telah tersedia di rekening PDAM. Namun, keterlambatan pembayaran juga dipengaruhi oleh tingginya tunggakan pelanggan.

“Sejak Januari hingga Maret 2026, masih banyak pelanggan yang belum melunasi kewajibannya, bahkan ada tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini turut memengaruhi kemampuan keuangan PDAM dalam memenuhi kewajiban operasional, termasuk pembayaran listrik.

Burhanudin juga membandingkan kebijakan pembayaran antara PDAM dan PLN.

“Untuk air, masih ada toleransi bagi pelanggan yang menunggak. Sementara PLN tidak ada kompromi, begitu jatuh tempo, langsung dilakukan tindakan meskipun di hari libur,” tegasnya.

Ia memastikan permasalahan ini akan segera dituntaskan setelah anggaran di rekening PDAM mencukupi untuk menutupi seluruh tagihan listrik.

Pihak PDAM Sanana pun mengimbau masyarakat agar segera melunasi tunggakan rekening air guna menjaga keberlangsungan layanan.

“Partisipasi pelanggan sangat penting agar pelayanan air bersih bisa kembali normal dan stabil,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *