Krisis Air Bersih Sejak Idul Fitri Warga Sula Keluhkan Minimnya Informasi dari PDAM

FOTO: ILUSTRASI

PM,SANANA — Warga Desa Wai Bau dan Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, menghadapi krisis air bersih yang telah berlangsung selama lima hari terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu.

Salah satu warga, Hafit, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat tidak mengalirnya air dari jaringan PDAM. “Sudah tiga hari air tidak jalan, kami sangat kesulitan untuk mandi dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya kepada wartawan Rabu (25/03/2026)

Keluhan serupa juga disampaikan Fai, warga Desa Fagudu. Ia menyebutkan bahwa krisis air bahkan telah dirasakan sejak Hari Raya Idul Fitri. “Air mati sejak Idul Fitri. Untuk mandi dan masak sangat susah,” ujarnya.

Menurut warga, hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak PDAM terkait penyebab terhentinya distribusi air. Minimnya informasi ini membuat warga kecewa dan merasa diabaikan.

Krisis air bersih ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat jika kondisi terus berlanjut. Sejumlah warga terpaksa mencari sumber air alternatif, seperti sumur atau mengambil air dari wilayah lain yang masih memiliki pasokan.

Warga berharap pihak terkait, khususnya PDAM Kabupaten Kepulauan Sula, segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut serta memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur PDAM Burhanudin Buamona saat dikonfirmasi belum merespon penyebab gangguan distribusi air di kedua desa tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *